SILAHKAN MASUK KE WEBSITE KAMI YANG BARU DI SINI
Profil MTs YASISKA
Yayasan Iskandariyah dirintis mulai tahun 1996 dengan membangun gedung diatas tanah wakaf seluas 884m2. Program yang dilaksanakan Oleh Yayasan Iskandariyah salah satunya adalah menyelenggarakan pendidikan formal tingkat Sekolah menengah (MTs) yang dapat direalisasikan pada tahun 2004 dan mendapatkan izin oprasional dari Kanwil Depag Provinsi Banten dengan nomor Kw 28/I/Pd.00/096/2005 tertanggal 13 April 2005 dengan Nomor Statistik Madrasah (NSM) 212280417195. Mayoritas siswa-siswinya berasal dari kalangan dhuafa dan yatim (2007) meskipun dana operasional yang didapat dari iuran siswa sangat kecil, MTs Yasiska dengan Program pendidikan yang dicita-citakan terus berusaha meningkatkan mutu dari segi manajemen, guru dan prasarana dengna teknik Evaluasi dan Pengembagan secara berkesinambungan. hal ini sejalan dengan Visi dan Misi MTs YASISKA
Dasar Pendidikan di YASISKA
MTs YASISKA sebagai lembaga pendidikan formal yang resmi, tetap menjalankan seluruh aturan yang harus dipenuhi berdasarkan ketetapan/keputusan dari pemerintah, Karena itu selain menggunakan Kurikulum yang berlaku sebagai acuan materi pendidikan, MTs Yasiska juga memiliki dasar pendidikan dengan tujuan agar pemberian materi pada Kurikulum lebih bermakna sehingga siswa bukan hanya dibekali pengetahuan secara konsep melainkan juga aplikasi yang melekat pada kepribadiannya. Dasar pendidikan yang akan dicapai secara bertahap adalah:
2.a. Pendidikan berdasarkan Agama (Religius Basic Education)
Pendidikan berdasarkan agama adalah akar utama dari pendidikan di MTs Yasiska. Ini berarti bahwa setiap mata pelajaran secara universal diusahakan selalu dikaitkan dengan agama. Untuk ini diperlukan kepakaran pada guru bidang studi ( PAI atau non PAI ) untuk melakukan pengkajian setiap bidang studi yang diajarkannya dengan mengkaitkannya secara intelektual dengan filosof agama.
2.b. Pendidikan berdasarkan Budaya (Culture Basic Education).
Pendidikan berdasar budaya berarti setiap individu yang berada di zona sekolah harus perilaku secara nyata berbudaya positif, misalkan budaya bersih maka setiap oknum yang berada di zona sekolah (siswa, guru, tamu) harus senantiasa bersikap bersih dengan kata lain sekolah merupakan zona ekslusif pendidikan.
2.c. Pendidikan berdasarkan berfikir sains (Science Basic Education).
Pendidikan IPTEK yang diterapkan adalah usaha untuk mencetak para calon ilmuan yang berfikir dinamis dan ilmiah, maka orientasi pendidikannya harus aplikasi yang diikuti diskusi dan kajian
2.a. Pendidikan berdasarkan Agama (Religius Basic Education)
Pendidikan berdasarkan agama adalah akar utama dari pendidikan di MTs Yasiska. Ini berarti bahwa setiap mata pelajaran secara universal diusahakan selalu dikaitkan dengan agama. Untuk ini diperlukan kepakaran pada guru bidang studi ( PAI atau non PAI ) untuk melakukan pengkajian setiap bidang studi yang diajarkannya dengan mengkaitkannya secara intelektual dengan filosof agama.
2.b. Pendidikan berdasarkan Budaya (Culture Basic Education).
Pendidikan berdasar budaya berarti setiap individu yang berada di zona sekolah harus perilaku secara nyata berbudaya positif, misalkan budaya bersih maka setiap oknum yang berada di zona sekolah (siswa, guru, tamu) harus senantiasa bersikap bersih dengan kata lain sekolah merupakan zona ekslusif pendidikan.
2.c. Pendidikan berdasarkan berfikir sains (Science Basic Education).
Pendidikan IPTEK yang diterapkan adalah usaha untuk mencetak para calon ilmuan yang berfikir dinamis dan ilmiah, maka orientasi pendidikannya harus aplikasi yang diikuti diskusi dan kajian
Target Pendidikan MTs YASISKA
Menindak lanjuti Misi dan Tujuan MTs YASISKA Selain mampu menghasilkan siswa yang memenuhi syarat kelulusan berdasarkan kriteria kurikulum MTs Yasiska memiliki target:
3.a. Pendidikan Membentuk Budaya (Culture Education)
Siswa-siswi MTs Yasiska telah memiliki jiwa berbudaya positif yang selanjutnya mampu memberikan kontribusi corak masyarakat yang berbudaya, Target Budaya itu antara lain : Budaya Bersih, budaya membaca, budaya disiplin, budaya toleransi dll .
3.b. Pendidikan Membentuk Keahlian (Skill Education)
Siswa-siswi MTs Yasiska telah memiliki keahlian secara aplikasi dalam bidang sains, bidang Agama, bidang Bahasa dan bidang seni&Jasmani. Diantaranya adalah : Komputer, elektronika, Baca tulis Qur’an, Doa-doa, Sepak Bola, musik, Percakapan bahasa inggris dll
3.c. Pendidikan Membentuk kemampuan Sosial (Social Education)
Siswa-siswi MTs Yasiskan mampu berperan positif dalam kehidupan sosial pada lingkungan masyarakat, mampu berorganisasi pada lingkup remaja di lingkungan masing-masing
3.a. Pendidikan Membentuk Budaya (Culture Education)
Siswa-siswi MTs Yasiska telah memiliki jiwa berbudaya positif yang selanjutnya mampu memberikan kontribusi corak masyarakat yang berbudaya, Target Budaya itu antara lain : Budaya Bersih, budaya membaca, budaya disiplin, budaya toleransi dll .
3.b. Pendidikan Membentuk Keahlian (Skill Education)
Siswa-siswi MTs Yasiska telah memiliki keahlian secara aplikasi dalam bidang sains, bidang Agama, bidang Bahasa dan bidang seni&Jasmani. Diantaranya adalah : Komputer, elektronika, Baca tulis Qur’an, Doa-doa, Sepak Bola, musik, Percakapan bahasa inggris dll
3.c. Pendidikan Membentuk kemampuan Sosial (Social Education)
Siswa-siswi MTs Yasiskan mampu berperan positif dalam kehidupan sosial pada lingkungan masyarakat, mampu berorganisasi pada lingkup remaja di lingkungan masing-masing
Strategi MTs YASISKA
Untuk menggolkan terget-target tersebut maka perlu dilakukan strategi sebagai usaha yang sistematis dalam mencapai hasil terbaik, strategi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
4.a. Menjadikan Sekolah sebagai Zona Ekslusif Pendidikan
Zona ekslusif pendidikan berarti seluruh idividu dan material yang ada dilingkungan sekolah merupakan perangkat yang secara maksimal digunakan untuk melakukan pendidikan yang bermakna
4.b. Melakukan Pembinaan Tenaga Pengajar
Tenaga pengajar Yasiska dioptimalkan dengan merekrut guru-guru yang sesuai dengan kompetensi bidang studi, selain itu juga dilakukan pembinaan secara langsung (pelatihan, rapat dan evaluasi) dan pembinaan jarak jauh (memberikan Jurnal pendidikan)
4.c. Melakukan Evaluasi setiap Semester
Melakukan pengukuran pada pos-pos penting selama proses KBM berlangsung yang selanjutnnya menjadi dasar Evaluasi. Hasilnya dilaporkan setiap Semester, Sehingga kelemahan KBM dapat diperbaiki dan ditemukan metode yang tepat dalam masalah yang dihadapi secara berkesinambungan.
4.d. Meningkatkan Prasarana
Dari pembahasan diatas maka penyelenggaraan pendidikan pada MTs Yasiska merupakan pendidikan yang mementingkan kompetensi siswanya, semua ini akan lebih optimal jika prasarana menunjang untuk itu maka usaha meningkatkan prasarana terus dilakukan.
4.a. Menjadikan Sekolah sebagai Zona Ekslusif Pendidikan
Zona ekslusif pendidikan berarti seluruh idividu dan material yang ada dilingkungan sekolah merupakan perangkat yang secara maksimal digunakan untuk melakukan pendidikan yang bermakna
4.b. Melakukan Pembinaan Tenaga Pengajar
Tenaga pengajar Yasiska dioptimalkan dengan merekrut guru-guru yang sesuai dengan kompetensi bidang studi, selain itu juga dilakukan pembinaan secara langsung (pelatihan, rapat dan evaluasi) dan pembinaan jarak jauh (memberikan Jurnal pendidikan)
4.c. Melakukan Evaluasi setiap Semester
Melakukan pengukuran pada pos-pos penting selama proses KBM berlangsung yang selanjutnnya menjadi dasar Evaluasi. Hasilnya dilaporkan setiap Semester, Sehingga kelemahan KBM dapat diperbaiki dan ditemukan metode yang tepat dalam masalah yang dihadapi secara berkesinambungan.
4.d. Meningkatkan Prasarana
Dari pembahasan diatas maka penyelenggaraan pendidikan pada MTs Yasiska merupakan pendidikan yang mementingkan kompetensi siswanya, semua ini akan lebih optimal jika prasarana menunjang untuk itu maka usaha meningkatkan prasarana terus dilakukan.
